Resume ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Aqidah Akhlak di MTs/MA”
Di Susun Oleh:
Sifa
Ma’rifat
Sarwindah
Dyah
Ayu Sri Handayani
Nur
Hidayat
Dosen Pengampu:
Ahmad Faruq, M.Fil.I
Kelas TB.G/5
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
NOVEMBER 2014
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Tasawuf secara sederhana dapat diartikan
sebagai usaha untuk mensucikan jiwa sesuci mungkin dalam usaha mendekatkan diri
kepada Tuhan sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam
kehidupan. Sebagai ilmu, Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahuibagaimana mensucikan
jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun dhahir dan bathin untuk memperoleh
kebahagiaan yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi
hal duniawi) dalam Islam dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apapengertiantasawuf?
2.
Apadasardansumberdaritasawuf?
3.
Bagaimanaesensidaritasawuf?
4.
Apasajamacam-macamtasawuf?
5.
Perilakuapa yang tercermindaritasawuf?
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Tasawuf
1.
Pengertian
menurut Etimologi (bahasa)
a.
Berasal
dari kata ahli Al-Suffah
Adalah sebutan bagi orang-orang yangpada zaman Rasulullah SAW. Hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh
Rasulullah SAW. di sekitar masjid Madinah, mereka ikut nabi saat hijrah dariMekah
ke Madinah. Karena hijrah dengan meninggalkan harta benda mereka, mereka hidup
miskin dan bapa, pada akhirnya mereka bertawakkal (berserah diri) dan
mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Mereka tinggal disekitar
masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan pelana yang
disebut suffah sebagai bantalnya.
b.
Berasal
dari kata Shafa’ (suci bersih)
Adalah sekelompok orang yang menyucikan hati dan jiwanya karena
Allah. Sufi bererti orang-orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari
cahaya hikmah, tauhiddan kesatuan dengan Allah.
c. Berasal dari kata Shuf (pakaian dari bulu domba atau wol)
Mereka disebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu
domba. Pakaian yang terbuat dari bulu domba menjadi pakaian khas kaum sufi,
bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol
yang sangat kasar, itulah lambang dan kesederhanaan pada saat itu.
d.
Menurut
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani memaknai Tasawuf merupakan singkatan dari huruf ta’
(taubah), Shad (shafa’), wawu (wilayah), fa’ (fana’).
Huruf ta’ berasal dari kata Taubah
yang terbagi dalam taubah zahir dan taubah batin. Huruf Shad berasal
dari kata shafa (kejernihan) yang juga terbagi dari dua bagian, yakni
kejernihan hati dan kejernihan nurani. Huruf wawu berasal dari kata
wilayah (kewalian) yang akan muncul dalam diri seorang sufi setelah kejernihan
hati dan nurani. Dan huruf fa’ yang bermakna fana’ lillah
(peniadaan diri dalam Allah) dan segala selain Allah.
2. PengertianmenurutIstilah
a. Menurut Imam Junaid dari Baghdad (W. 910)
Mendefinisakan tasawuf sebagai mengambil sifat mulia dan
meninggalkan setiap sifat rendah. Atau keluar dari budi perangai yang tercela
dan masuk kepada budi perangai yang terpuji.
b. Menurut Syekh Abul Hasan As Syadzili (W. 1259)
Mendefinisikan tasawuf sebagai praktik dan latihan diri melalui
cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan.
c. Menurut Sahal At Tusturi (W. 245)
Mendefinisikan tasawuf sebagai orang yang hatinya jernih dari
kotoran, penuh pemikiran, terputus hubungan dengan manusia, dan memandang
antara emas dan kerikil.
d. Menurut Syekh Ahmad Zorruq (1494)
Mendefinisikan tasawuf sebagai ilmu yang dengannya anda dapat
memperbaikai hati dan menjadikannya semata-mata bagi Allah, dengan menggunakan pengetahuan
anda tentang jalan Islam, khususnya fiqih dan pengetahuan yang berkaitan, untuk
memperbaiki amal anda dan menjaganya dalam batas-batas syariat Islam
agar kebijaksanaan menjadi nyata.
e. Menurut Ibnu Khaldun
Tasawuf itu adalah semacam ilmu Syar’iyah yang timbul
kemudian dalam agama. Asalnya adalah bertekun ibadah dan memutuskan pertalian
dengan segala selain Allah, hanya mengahadap kepada Allah semata. Menolak
hiasan-hiasan dunia, serta membenci perkara-perkara yang selalu memperdaya orang
banyak, kelezatan harta-benda dan kemegahan. Dan menyendiri menuju jalan Tuhan
dalam khalwat dan ibadah.
f. Menurut Hamka
Tasawuf ialah membersihakan dari pengaruh benda atau alam supaya
mudah menuju kepada Allah.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa basis tasawuf adalah
pensucian hati dan penjagaannya dari setiap cedera dan produk akhirnya
ialah hubungan yang benar dan harmonis antara Manusia dan Allah. Jadi, sufi
adalah orang yang telah dimampukan Allah untuk menyucikan hati dan menegakkan hubungannya
dengan Dia dan ciptaan-Nya dengan melangkah dengan jalan yang benar,
sebagaimana dicontohkan dengan sebaik-baiknya oleh Nabi Muhammad SAW.
B.
Dasar-dasar
tasawuf
1.
Al-Qur’an
Diantara ayat-ayat
Al-Qur’an yang menjadi landasan munculnya kezuhudan dan menjadi jalan kesufian
adalah ayat-ayat yang berbicara tentang rasa takut kepada Allah dan hanya
berharap kapadanya dan berusaha mensucikan jiwa. Dalam QS. As-Sajadah:16.
Ayat yang
berkenaan dengan kewajiban seorang mu’min untuk senantiasa bertawakkal dan berserah
diri hanya kepada Allah semata serta mencukupkan bagi dirinya cukup Allah
sebagai tempat menggantungkan segala urusan, dalam Q.S. At-Thalaq: 2-3.
Ayat yang
berkenaan dengan urgensi kezuhudan dalam kehidupan dunia, dalam Q.S.
As-Syura:20.
2.
Hadits
Ajaran tentang kesatuan spiritual yang bisa dicapai dengan suatu perjalanan
spiritual memang tidak ada dalam ayat apapun dalam Al-Qur’an. Tetapi secara
jelas ayat itu diungkapkan dalam sebuah hadits qudsi, “seorang hamba terus
menerus mendekatkan diri kepada-ku dengan melakukan ibadah nawafil hingga aku
mencintainya, aku menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, penglihatan
yang dengan itu ia melihat, lidah yang dengannya ia berbicara dan tangan yang
dengannya ia memegang”.
Tentang kualitas
dan kuantitas ibadah Rasulullah, Aisyah r.a pernah berkata: “Sesungguhnya
Nabi SAW bangun ditengah malam (untuk melaksanakan shalat) sehingga kedua
kakinya menjadi lecet. Saya berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah mengapa
anda masih berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa yang
telah lalu dan yang akan datang bagimu?” Nabi Muhammad SAW.
lalu menjawab:”Salahkahaku jika ingin menjadi hamba yang bersyukur”. Maksud
Nabi Muhammad SAW. ialah beliau ingin memberi suri
teladan untuk manusia tentang ketangguhan yang tidak mengenal lemah. Selain
itu, agar membuat orang berkepribadian seperti itu agar tidak diperbudak
kekayaan, kekuasaan dan lainnya yang membuat
hal-hal selain Allah menjadi berkuasa.
C.
Sumber-sumber
tasawuf
1.
Allah
SWT
Allah merupakan Zat sumber ilmu tasawuf, tidak ada seorangpun yang
mampu menciptakan ilmu tasawuf dari selain Zat Allah. Namun Allah mengajarkan
secercah ilmunya kepada para sufi lewat hidayah (ilham) baik langsung maupun
dengan perantaraan lain selain Allah yang Allah kehendaki.
2. Rasulullah SAW
Rasul merupakan sumber kedua setelah Allah bagi para sufi dalam
mendalami dan mengembangkan ilmunya, karena hanya kepada rasul sajalah Allah
menitipkan wahyu-Nya, tentulah Rasulullah
yang banyak tahu tentang sesuatu yang tersirat dibalik
yang tersurat dalam Al-Qur’an . semua keterangan hanya di hadits
Rasulullah, maka yang kedua sumber ilmu tasawuf adalah hadits
(sunnah rasul).
3. Pengalaman Sahabat
Setelah merujuk pada referensi Al-Qur’an dan Al-Hadits, referensi
selanjutnya bagi aktivitas tasawuf adalah pengetahuan dan tindakan para
pengikut setia Rasulullah. Pengalaman spiritual yang diperolehnya sebagai penunjang
semua itu.
4. Ijma’ Sufi
Kesepakatan para sufi merupakan esensi yang sangat penting dalam
ilmu tasawuf, karenanya dijadikan sumber ketiga setelah qur’an dan hadits.
5. Ijtihad Sufi
Dalam kesendiriannya, para sufi banyak menghadapi pengalaman aneh,
pengalaman itu merupakan guru terbaik, namun Allah memberi akal untuk berfikir
semaksimal mungkin sebagai alat pembeda antara kepositifan dan kenegatifan
dalam pengalaman.
6. Qiyas Sufi
Merupakan penghantar sufi untuk dapat berijtihad secara mandiri
jika sedang terpisah dari jama’ahnya.
7. Nurani Sufi
Setiap sufi positif, memiliki nurani yang tajam di dalam hatinya,
ada yang menyebutnya dengan istilah firasat, rasa, radar batin dan sebagainya
merupakan anugerah Allah terhadap kaum sufi, bias dari keikhlasan, kesabaran
dan ketawakkalannya dalam beribadah kepada Allah tanpa kenal lelah.
8.
Amalan
Sufi
Kaum sufi memegang
teguh rahasia (menyembunyikan) nurani dan amaliyahnyakarena jika ada dua hal
tersebut diketahui umum dapat menimbulkan kesalah fahaman, hal ini disebabkan
dimensi tariqat (perjalanan) sufi merupakan dimensi batin (roh, rihani, jiwa,
sesuatu esensi tersembunyi, gaib) yang tidak semua orang mampu menjalaninya, namun
para sufi amat merindukannya disebabkan semata karena cinta kepadaNya.
D. Esensi tasawuf
1. Sendi pokok tasawuf Islam dalam
tauhid.
2.
Memperoleh
kedekatan dengan Allah.
3.
Pola
hidup sederhana dengan cara zuhud.
4.
Keseimbangan
ruhani dan jasmani manusia.
5.
Mensucikan
hati dari hal keburukan.
E.
Macam-macam
tasawuf
1.
Tasawuf
falsafi
Adalah tasawuf yang didasarkan kepada gabungan teori-teori tasawuf
dan filsafat atau yang bermakna mistik metafisis.
2.
Tasawuf
akhlaqi
Adalah tasawuf
yang berkonsentrasi pada teori-teori perilaku, akhlaq atau budi pekerti atau
perbaikan akhlaq. Tasawuf akhlaqi mempunyai tahap sistem pembinaan akhlaq yang disusun
sebagai berikut:
a.
Takhalli
Adalah usaha mengosongkan diri dari
prilaku dan akhlak tercela.Yangpaling banyak menyebabkan akhlak jelek antara
lain adalah kecintaan yang berlebihan kepada urusan duniawi.
b. Tahalli
Adalah upaya mengisi dan menghiasi diri dengan jalan membiasakan
diri dengan sikap, prilaku dan akhlak terpuji.
c. Tajalli
Agar hasil yang telah diperoleh jiwa dan organ-organ tubuh yang
telah terisi dengan butir-butir mutiara akhlak dan sudah terbiasa melakukan
perbuatan-perbuatan yang luhur tidak berkurang, maka rasa ketuhanan perlu
dihayati lebih lanjut. Kebiasaan yang dilakukan dengan kesadaran optimum yang
rasa kecintaan yang mendalam dengan sendirinya akan menumbuhkan rasa rindu
kepada-Nya.
3. Tasawuf amali
Adalah tasawuf yang membahas tentang bagaimana cara mendekatkan
diri kepada Allah. Dan tingkatantasawufinidiantaranya:
a. Syari’at
Mengenai syari’at ini para ahli sufi lebih menekankan pada aspek
hakekat atau makna batiniyah dari ilmu lahiriyah (syari’at) ketimbang para ahli
fiqih yang hanya menekankan pada aspek lahiriyah saja.
b. Thariqat
Adalah jalan yang ditempuh para sufi dan digambarkan sebagai jalan
yang berpangkal dari syari’at, sebab jlan utama disebut syar’i, sedangakan anak
jalan disebut dengan thariq.
c. Ma’rifat
Adalah kumpulan ilmu pengetahuan, perasaan, pengalaman, amal dan
ibadah kepada Allah SWT. Dalam istilah tasawuf ma’rifat adalah pengetahuan yang
sangat jelas dan pasti tentang tuhan yang diperoleh melalui sanubari.
F. Contoh prilaku-prilaku tasawuf
1. Taubah
Dalam beberapa literatur ahli sufi ditemukan bahwa maqam pertama
yang harus ditempuh oleh salik adalah taubat dan mayoritas ahli sufi sepakat
dengan ini. Beberapa diantara mereka memandang bahwa taubat merupakan awal
semua maqamat yang kedudukannya laksana pondasi sebuah bangunan. Tanpa pondasi
bangunan tidak dapat berdiri, tanpa taubat
seseorang tidak akan dapat dekat dengan Allah. Dalam ajaran tasawuf konsep
taubat dikembangkan dan memiliki berbagai macam pengertian. Secara literal
taubat berarti kembali. Dalam perspektif tasawuf, taubat berarti kembali dari
perbuatan-perbuatan yang menyimpang, berjanji untuk tidak mengulanginyalagi dan
kembali kepada Allah.
Menurut Abu Nashr
Al Sarraj taubah terbagi pada beberapa bagian, diantaranya:
a. Taubatnya orang-orang yang berkehendak (muridin), muta’arridhin,
thalibin dan qashidin.
b.
Taubatnya
ahli haqiqat (kaum khawwas). Pada bagian ini para ahli haqiqat
tidak ingat lagi akan dosa-dosa mereka karena keagungan Allah telah memenuhi
hati mereka dan mereka senantiasa berdzikir kepada-Nya.
c. Taubat ahli ma’rifat (khusus al-khusus). Adapun taubatnya ahli
ma’rifat yaitu berpaling dari segala sesuatu selain Allah.
2. Wara’
Dalam perspektif tasawuf bermakna menahan diri hal-hal yang sia-sia,
yang haram dan hal-hal yang meragukan (syubhat). Hal ini sejalan dengan
hadits nabi, “Diantara (tanda) kebaikan keIslaman
seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak penting baginya”. Adapun makna wara’ secara rinci adalah meninggalkan segala hal
yang tidak bermanfaat berupa ucapan, penglihatan, pendengaran, perbuatan, ide
atau aktivitas lain yang dilakukan seorang muslim.
3. Zuhud
Dalam perspektif tasawuf,zuhud diartikan dengan kebencian
hati terhadap hal ihwal keduniaan
padahal ada kesempatan untuk meraihnya hanya karena semata-mata taat dan
mengharapkan ridha Allah SWT. Inti dari zuhud adalah
keteguhan jiwa, yaitu tidak merasa bahagia dengan kenikmatan dunia yang
didapat dan tidak bersedih dan putus asa atas kenikmatan dunia yang tidak
didapat.
4. Al Sabr
Dalam perspektif tasawuf, Alsabr berarti menjaga adab pada
musibah yang menimpanya, selalu tabah dalam menjalankan perintah Allah dan
menjauhi segala larangan-Nya serta tabah
dalam menghadapi peristiwa. Sabar merupakan kunci sukses orang beriman. Sabar
itu seperdua dari iman karena iman terdiri dari dua bagian. Setengahnya adalah
sabar dan setengahnya lagi syukur baik itu ketika bahagia maupun dalam keadaan
susah. Makna Alsabr menurut ahli sufi pada dasarnya sama yaitu sikap
menahan diri terhadap apa yang menimpanya.
5. Syukur
Syukur berarti rasa terima kasih atas nikamt yang telah diberikan,
sembari menggunakan nikmat tersebut dijalan yang diridhoi Allah SWT. Syukur
tersusun dari ilmu, hal dan amal perbuatan. Ilmu berarti mengetahui
nikmat yang diberikan dan pemberi nikmat. Hal berarti gembira atas nikmat yang
telah diberikan. Sedangkan amal perbuatan adalah melaksanakan apa yang menjadi
tujuan pemberi nikmat.
Syukur dalam pandangan Ibnu ‘Ata’illah terbagi menjadi 3 macam:
a.
Syukur
dengan lisan, yaitu mengungkapkan secara lisan.
b.
Syukur
dengan anggota tubuh, yaitu syukur yang diimplementasikan dalam bentuk ketaatan.
c.
Syukur
dengan hati, yaitu dengan mengakui bahwa hanya Allah sang pemberi nikmat,
segala bentuk kenikmatan yang diperoleh oleh
manusia semata-mata dari Nya.
6.
Tawakkal
Tawakkal merupakan bekal hidup orang beriman yang bisa menjadikan
dirinya tabah dalam menghadapi apapun bentuk cobaan atau musibah yang
menimpanya. Dengan sikap tawakkal seorang mukmin akan merasa tenang dalam
hidupnya.
7.
Ridha
Ridha berarti sebuah sikap menerima dengan lapang dada dan senang
terhadap apapun keputusan Allah terhadap seorang hamba, meskipun hal tersebut
menyenangkan atau tidak. Sikap ridho merupakan buah dari kesungguhan seseorang
dalam menahan hawa nafsunya.
KESIMPULAN
1. Tasawufadalahpensucian
hati dan penjagaannya dari setiap cedera dan produk akhirnya ialah hubungan
yang benar dan harmonis antara Manusia dan Allah.
2. Dasar-dasartasawufadalah Al-Qur’an danHaditsrasul.
Sedangkansumberdaritasawufdiantaranya: Allah, rasulullah, pengalamansahabat,
ijma’ sufi, ijtihadsufi, qiyassufi, nuranisufidanamalansufi.
3. Esensidaritasawufdiantaranya:
a. Sendi pokok tasawuf Islam dalam tauhid.
b.
Memperoleh
kedekatan dengan Allah.
c.
Pola
hidup sederhana dengan cara zuhud.
d.
Keseimbangan
ruhani dan jasmani manusia.
e.
Mensucikan
hati dari hal keburukan.
4.
Macam-macamtasawufada 3, yaitu:
a.
TasawufFalsafi
b.
Tasawufakhlaqi
c.
Tasawufamali
5.
Contohperilakutasawufdiantaranya:
taubah, wara’, zuhud, al-sabr, syukur, tawakaldanridha.
DAFTAR PUSTAKA
Muflikhin, Dean dkk. Ulul Albab Membangun Jiwa Mulia, Mengasah
Nalar Ilmiah dan Terampil. Mojokerto: 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar